Dibutuhkan sangat banyak tenaga terampil untuk mengolah kekayaan laut Indonesia.  Karena itu pendidikan vokasi di bidang kemaritiman menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi.

Kebijakan untuk merevitalisasi kekayaan potensi Indonesia sebagai negara maritim telah sejak awal dicanangkan Presiden untuk segera diwujudkan. Pembangunan tol laut juga terus dilakukan untuk memudahkan distribusi kekayaan hasil laut ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah selanjutnya yang mendasar tentunya adalah mendidik sebanyak mungkin putra-putri bangsa Indonesia untuk memiliki keahlian di bidang kemaritiman.  Karena itu pendidikan vokasi di bidang kemaritiman menjadi salah satu program prioritas Presiden Jokowi.

Untuk mewujudkan langkah itu, pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2016 telah menyiapkan 10 pendidikan vokasi atau politeknik. Antara lain politeknik di bidang kemaritiman, di bidang material, di bidang elektronik, di bidang pembuatan kapal, maupun bidang pangan dan di bidang manufaktur. Semuanya bertujuan untuk menghasilkan tenaga terampil berkualitas yang siap pakai di bidang kemaritiman. Tenaga-tenaga generasi muda yang akan menjadi ujung tombak negara dalam mengolah berbagai potensi dan kekayaan maritim Indonesia. Dibutuhkan sangat banyak tenaga terampil untuk mewujudkan dan merevitalisasi kekayaan laut Indonesia.

Menristekdikti Mohammad Nasir menjelaskan pada wartawan bahwa sesuai dengan arahan Presiden, mereka akan meningkatkan pendidikan vokasi di bidang kemaritiman. Demikian dikatakan Menristekdikti usai mendampingi Presiden Jokowi menerima pimpinan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) di Istana Merdeka, Jakarta (20/6/2016). Menurut Menristekdikti, ke-10 politeknik akan dibuatkan sebuah pilot project agar semua lulusannya bisa diserap oleh pasar, karena itu semua lulusan harus bersertifikasi melalui lembaga sertifikasi profesi. Untuk lulusan Polimarin harus memiliki sertifikasi dari International Maritime Organisation (IMO), dan untuk di bidang-bidang lain juga harus disertifikasi lembaga sertifikasi profesi di bawah Badan Standardisasi Nasional.

Pada kesempatan itu, Direktur Polimarin Sri Tutie Rahayu, M.Si menjelaskan bahwa pertemuan itu merupakan tindak lanjut perintah Presiden usai kunjungan kerjanya ke Jerman beberapa waktu lalu. “Kami siap mengembangkan pendidikan vokasi di bidang kemaritiman yang baru satu-satunya di bawah Kementerian Dikti, dan ini menjadi pendukung program Presiden mengenai poros maritim,” jelas Sri.

Berkaitan dengan fokus Presiden Jokowi dalam memperkuat kemaritiman Indonesia, Polimarin merencanakan untuk memberi penghargaan pada Presiden Jokowi bertepatan dengan hari Maritim Sedunia, 29 September 2016. “Karena Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat mengembangkan maritim, maka kami berencana memberikan penghargaan kepada beliau sebagai Bapak Maritim Indonesia,” tutur Sri. Tentu ini bukan sesuatu yang tidak beralasan. Masih segar dalam ingatan rakyat, Presiden Jokowi dalam pidato pengangkatannya mengatakan bahwa kita sudah terlalu lama memunggungi laut padahal kita adalah bangsa maritim. Presiden juga menegaskan bahwa laut adalah pemersatu seluruh nusantara, tapi selama ini banyak yang melihatnya sebagai pemisah.

Penegasan-penegasan dalam pidato itu merupakan bukti mendasar kuatnya komitmen Presiden Jokowi untuk membangkitkan kembali kejayaan Indonesia sebagai negara maritim. Dalam hal ini, peran Polimarin yang berlokasi di Semarang sangat strategis, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Untuk itu Polimarin telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas. Antara lain universitas di Jerman, Swedia, Korea, dan Jepang. Polimarin saat ini memiliki 3 program studi, yaitu Nautika, Teknika, serta Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan. Dalam waktu dekat, Polimarin akan menambah program studi baru, yaitu Logistik, Komunikasi Maritim, Peralatan Mesin Kapal, Elektronik Magnetik dan Otomatisasi Peralatan Kapal, serta Off Shore yang berkaitan dengan pengeboran lepas pantai

Dengan semua langkah ini, niscaya kejayaan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat akan segera bisa diwujudkan.