Pemerintah mengantisipasi kenaikan jumlah pemudik Lebaran 2016 dengan menambah jumlah angkutan. Sementara keselamatan ditingkatkan melalui pengecekan berkala seluruh moda.  

Seperti tahun sebelumnya, arus mudik dalam jumlah besar akan menuju ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H bersama keluarga dan handai taulan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2016. Yakni 24 Juni (H-12) – 17 Juli (H+10) 2016 untuk moda darat, udara, dan perkeretaapian. Dan 18 Juni (H- 18)– 24 Juli (H+17)2016 untuk moda laut.

Angkutan Lebaran untuk moda laut berlangsung lebih lama karena kapal membutuhkan waktu  lebih panjang untuk menempuh perjalanan dibandingkan dengan angkutan darat dan udara.

Idul Fitri 1437 H  tahun ini  terasa istimewa karena jatuh pada 6 dan 7 Juli, Rabu dan Kamis yang berbarengan dengan masa liburan sekolah hingga 17 Juli. Pemerintah juga telah menetapkan cuti bersama pada 4,5, dan 8 Juli 2016. Jika dihitung sejak 2 Juli  (Sabtu) – 10 Juli (Minggu), maka ada sembilan hari libur.

Kondisi tersebut membuat pemudik mempunyai lebih banyak pilihan waktu. Sehingga diprediksi arus mudik tahun ini lebih tersebar. Demikian juga arus balik, karena pelajar baru masuk sekolah pada Senin, 18 Juli 2016.

Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus mudik angkutan jalan terjadi pada Minggu 3 Juli 2016 atau H-3 sebelum Lebaran. Sementara untuk moda angkutan laut, kereta api, dan udara diprediksikan pada Sabtu 2 Juli 2016.

Meski arus mudik diperkirakan lebih tersebar, kepadatan pasti akan terjadi karena ada peningkatan jumlah pemudik dari tahun ke tahun. Pudji Hartanto Iskandar, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub sekaligus Koordinator Angkutan Lebaran Terpadu 2016 mengatakan jumlah pemudik sepeda motor diprediksi akan meningkat 50 persen atau 5,6 juta unit dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 3,7 juta.

Pemudik dengan mobil pribadi juga naik 4,5 persen menjadi 2,4 juta mobil dibandingkan Lebaran 2015, yakni 2,3 juta mobil. Sementara jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan laut  diperkirakan sebanyak 1.607.053 orang atau meningkat 3 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

 

Pun pengguna moda penyeberangan naik 3,54 persen, moda kereta api naik 4,63 persen, moda laut naik tiga persen dan moda udara naik 7,62 persen. Sebaliknya,  prediksi jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum di jalan, turun 7,87 persen menjadi 17,6 juta orang.

 

Untuk memastikan pemudik aman dan nyaman sampai di tempat tujuan, Kementerian Perhubungan berupaya meminimalkan kecelakaan pada tingkat zero accident untuk semua jenis moda. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan  mengatakan hal yang dilakukan antara lain pengecekan berkala “ramp check”  keseluruhan sarana transportasi pesawat udara, kapal laut, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dan lokomotif dan kereta penumpang.

Dari pengalaman,  setidaknya ada 3 titik krusial arus mudik yakni pelabuhan Merak – Bakaehuni, Gilimanuk – Ketapang, dan arus mudik darat Jakarta – Cikampek – Cipali – Pejagan. Tiga titik tersebut perlu dipantau karena besarnya jumlah pemudik yang melewati jalur tersebut.

Khusus pelabuhan Merak, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Tommy Kaunang mengungkapkan, sebanyak 56 unit kapal akan dioperasikan pada puncak arus mudik Lebaran 2016, perjalanan feri diperkirakan mencapai 112 trip, dengan 90.000 penumpang setiap hari, sepeda motor 20.000 unit, dan 13.000 kendaraan kecil.

Untuk mempercepat antrean dan mengurangi penumpukan salah satu inovasi yang dilakukan adalah layanan mobile e-ticketing yang  tersedia di Km 43 dan Km  68 Rest Area Tol Tangerang–Merak.

Sementara, Manager Usaha ASDP Pelabuhan Ketapang Wahyudi Susianto ASDP mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sejak Januari  dermaga MB 1 dan 2 telah ditingkatkan kapasitasnya dari 20 ton ke 40 ton. Sedangkan pontoon 3 diperbaiki dengan meningkatkan kapasitas dari 7 ton ke 10 ton khusus untuk truk sedang.

Berdasar perkiraan pada puncak arus mudik 2016. Dari pelabuhan Ketapang akan diberangkatkan  296 trip, 58.529 penumpang, 10.174 kendaraan roda dua, dan 6482 kendaraan roda empat. Kapal yang akan melayani berjumlah 48 buah. Sementara dari Gilimanuk akan dilayani dengan 296 trip kapal untuk melayani 70.273 penumpang, 16.784 kendaraan roda dua, dan 7.474 kendaraan roda empat.

Untuk mendukung keselamatan penumpang, PT ASDP Indonesia Ferry juga akan menerapkan   Peraturan Menteri Perhubungan terkait keselamatan dan keamanan penyelenggaraan angkutan penyeberangan. Salah satunya mewajibkan pengguna jasa mengisi data penumpang (manifes), baik dalam kendaraan maupun pejalan kaki.

Seluruh operator kapal juga diminta memasang pengikat kendaraan (lashing) dan klem roda kendaraan. Untuk sementara kendaraan angkutan barang, terutama truk pengangkut nonsembako juga dilarang beroperasi pada H-5 sampai H+3 Lebaran.

Khusus pemudik yang menggunakan jalan tol menuju Jawa Tengah, kini perjalanan bisa langsung ke Brebes Timur (Pemalang) tanpa keluar tol. Dalam kondisi normal perjalanan dari Jakarta hingga Brebes Timur bisa ditempuh dalam waktu 4 jam. Namun di masa puncak arus mudik  waktu tempuh pasti akan bertambah.

Yang patut diperhatikan, seperti dikatakan Presiden Joko Widodo saat meresmikan pengoperasian Gerbang Tol Brebes Timur di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/6/2016) adalah pentingnya manajemen arus lalu lintas jalan tol agar tidak memicu kemacetan panjang saat mudik dan balik lebaran.

Kesiapan pemerintah tersebut perlu dukungan pemudik. Antrean orang, kendaraan, ataupun moda pengangkut pasti akan terjadi. Oleh karena itu diharapkan kesabaran dan pengertian masyarakat agar tertib dalam antrean dan mengikuti  petunjuk petugas di lapangan.

Menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan memperlancar pemeriksaan. Khusus pengguna kapal, siapkan juga ball point karena Anda harus mengisi manifest. Pengisian manifest dan pengikatan kendaraan di kapal  membuat waktu sandar kapal bertambah. Sehingga dibutuhkan kesabaran dari penumpang.

Untuk penumpang pesawat, datang lebih awal, 2 – 3 jam sebelum keberangkatan  menjadi keharusan. Karena diperkirakan  tempat parkir kendaraan dan terminal penumpang khususnya keberangkatan akan terjadi kepadatan.

Kalau hal-hal tersebut Anda lakukan, maka mudik kali ini akan nyaman, lancar, dan aman tiba di tempat tujuan dengan selamat. Bertemu dan bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar.

Minal Aidzin Wal Faidzin, Selamat Idul Fitri 1437 H.