Salah satu aspek yang berbeda dari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia lalu adalah seremoni dan upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Presiden Joko Widodo menghendaki pelibatan masyarakat yang lebih luas dalam kegiatan peringatan kemerdekaan ke-71 tahun ini.

Yang tampak menonjol dalam peringatan kali ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran kereta kencana. Kereta yang ditarik oleh kuda itu menjadi bagian dari kirab dan pesta budaya hari kemerdekaan.

Duplikat bendera pusaka Merah Putih dan duplikat teks proklamasi yang biasanya hanya berada di lingkungan Istana Kepresidenan, pada tahun ini diarak mengelilingi lapangan Monumen Nasional menggunakan kereta kencana tersebut.

Kereta kencana dinamai Ki Jaga Raksa, didatangkan dari Purwakarta, Jawa Barat, dan ditarik oleh empat ekor kuda. Kereta Kencana Ki Jaga Raksa ini dikawal oleh dua pengawal berkuda di depannya, dan enam pengawal berkuda di belakang kereta.

Lalu, dari mana kuda-kuda penarik kereta itu berasal dan siapa yang mengelola kuda-kuda itu?

Menurut Letkol Kav. Eko Saptono, Komandan Eskadron Kavaleri Panser Pasukan Pengamanan Presiden (PASPAMPRES), pasukan berkuda ini berada di bawah pengelolaan Detasemen Kavaleri Kuda (Denkavkud) TNI AD yang bermarkas di Parongpong, Cimahi, Jawa Barat. Kuda-kuda ini telah dipakai dalam upacara menyambut tamu-tamu kenegaraan yang berkunjung ke Indonesia.

Pasukan berkuda ini pula yang menyambut tamu negara Petro Poroshenko dari Ukraina yang berkunjung ke Indonesia awal Agustus 2016 lalu.

Saat ini, Detasemen Kavaleri Kuda ini dipimpin oleh Mayor Kav. Solihin.  “Kuda-kuda tersebut didatangkan dengan kendaraan angkutan khusus dari Lembang setiap ada kegiatan di lingkungan Istana Kepresidenan. Kuda-kuda itu juga telah mendapatkan latihan dan perawatan secara khusus di sana,” tambah Letkol Eko Saptono.

Pada tahap pertama, kuda-kuda akan mendapatkan pelatihan dasar selama enam bulan. Di tahap ini, para pelatih akan mengajarkan kuda-kuda ini bagaimana cara berjalan dan berlari sesuai dengan instruksi yang diberikan. Kemudian pada tahap kedua, kuda-kuda tersebut akan dilatih lebih khusus secara militer, mulai dari pengintaian, penyergapan, dan penyerangan. Pada tahap ini, waktu yang diperlukan untuk latihan kurang lebih satu tahun.

Pada tahun-tahun mendatang, pasukan berkuda ini tetap akan menjadi bagian dari kirab budaya perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.