Pemerintah berkoordinasi intensif mengurai kepadatan kendaraan, memperbanyak pasokan BBM, menambah fasilitas pelayanan kesehatan hingga menggratiskan tol.

Setelah mengevaluasi arus mudik lebaran di awal bulan Juli 2016 lalu, pemerintah berkoordinasi secara intensif untuk mengantisipasi dan meningkatkan pelayanan saat arus balik. “Saya sudah minta semua pengelola tol dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) serta Kementerian PUPR agar lebih aktif membantu Polri dalam merekayasa lalu lintas terutama pengguna jalan tol,” ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Posko Mudik Nasional, Kementerian Perhubungan, 7 Juli 2016 lalu.

Koordinasi untuk mengantisipasi arus balik tersebut melibatkan Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kominfo, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Polhukam), Kantor Staf Presiden, Kementerian Sekretariat Negara, PT Pertamina, RRI, TVRI, dan Kantor Berita Antara. Mereka bahu-membahu menciptakan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dalam berbagai bentuk. Mulai dari diseminasi informasi, rekayasa jalan, pelayanan kesehatan hingga penyediaan bahan bakar.

Yang pertama dilakukan adalah mensosialisasikan titik-titik potensial macet di berbagai jalur menuju Jakarta. Korlantas Polri mengindentifikasi sumber-sumber kemacetan di jalur utara di di sepanjang jalan arteri Tegal, gerbang Tol Brebes, gerbang Tol Palimanan dan gerbang Tol Cikarang Utama. Di jalur selatan, akan terjadi kemacetan di Banyumas, Lumbir, Ajibarang, Tasikmalaya, Limbangan, Nagrek dan sebelum masuk gerbang Tol Purbaleunyi.

Untuk mengantisipasi, Korlantas Polri melakukan upaya penguraian kemacetan di berbagai titik tersebut dengan cara mengalihkan dan mengarahkan kendaraan ke berbagai jalan yang masih kosong. Contra flow (pembukaan jalur dengan berlawanan menjadi satu arah) di sejumlah ruas bakal diberlakukan jika ruas jalan menuju wilayah Barat dianggap sudah terlalu padat.

Khusus di wilayah “Brexit” atau gerbang tol Brebes yang pada saat arus mudik mengalami kemacetan yang parah, kemungkinan akan diberlakukan penutupan sementara pintu keluar sehingga yang tersedia hanya pintu masuk tol menuju Jakarta. Meskipun demikian, perkiraan Korlantas Polri, wilayah tersebut tidak akan mengalami kemacetan yang sama dengan saat arus mudik, karena kendaraan yang menuju Jakarta dari Jawa Tengah akan cenderung memilih berbagai jalur alternatif. Sehingga tidak akan terlalu menumpuk pada satu gerbang tol saja.

Untuk mengantisipasi kendaraan-kendaraan yang kehabisan bahan bakar, PT Pertamina mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang rawan kemacetan seperti Brebes dan Tegal dengan dikawal oleh patroli kepolisian. Selain menambah pasokan di SPBU, Pertamina juga menyiapkan Mobile SPBU (mobil tangki dispenser) sejak tanggal 8 Juli, tepatnya di simpang tiga tol Pejagan-Pantura, pintu masuk tol Brebes, simpang tiga Brebes-Ketanggungan-Jatibarang serta di rest area non tol di Cipali dan Cikampek. Di luar wilayah itu, Pertamina menyediakan BBM kemasan 10 liter yang didistribusikan menggunakan mobil-mobil bak terbuka yang dijaga polisi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi pengendara dan penumpang yang mengalami persoalan kesehatan, Kementerian Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri untuk memanfaatkan posko-posko mudik dan arus balik yang ada agar sekaligus menjadi pos pelayanan kesehatan. Di pos-pos tersebut tersedia ambulans dan sepeda motor yang memungkinkan akses lebih cepat ke titik-titik kemacetan untuk kendaraan roda empat. Kementerian Kesehatan juga memberikan fasilitas call center 119 untuk memberikan layanan konsultasi kesehatan dan pelayanan ambulans.

Kementerian Perhubungan dan PT Jasa Marga pun telah bersepakat untuk menggratiskan biaya tol di pintu tol Cikarang Utama pada waktu-waktu tertentu bila terjadi penumpukan kendaraan. Kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan kendaraan yang menuju ke Jakarta.