Penumpang yang datang tanpa tiket, kelebihan penumpang, dan percaloan menjadi persoalan klasik di Pelabuhan Makassar. Solusinya dengan penjualan tiket online.

Pelabuhan Soekarno Hatta merupakan pelabuhan penumpang yang dilengkapi dengan sebuah gedung terminal penumpang dan dua buah dermaga (dermaga Soekarno sepanjang 350 meter dan dermaga Hasanuddin 150 meter). Kapasitas gedung terminal seluas 4000 m2 dapat mengakomodasi 1500 orang secara bersamaan.

Pelabuhan penumpang ini berperan sebagai hub angkutan laut di kawasan Indonesia Timur,seperti kota-kota besar Sulawesi lainnya, Jawa, Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.  Ada 23 kapal terjadwal yang singgah mengangkut dan menurunkan penumpang.

Pada masa angkutan lebaran 2016, diprediksikan terdapat 97 pelayaran dengan total kapasitas angkut sebanyak 77.555 penumpang. Kapasitas tersebut masih berada di atas prediksi kenaikan penumpang sebanyak 55.892 turun dan 65.458 naik.

Dari pengalaman masa mudik lebaran  tahun sebelumnya, kenyamanan dan keselamatan penumpang terlihat tidak begitu terjamin  sehingga terjadi keruwetan. Penyebabnya adalah  kapasitas  penumpang yang dirasa kurang.

Salah satu hambatan dalam angkutan lebaran yang dialami Pelindo IV sebagai pengelola terminal penumpang adalah penumpukkan calon penumpang. Terutama mereka  yang belum memiliki tiket (pendatang yang berangkat dari pedalaman).

Persoalan kedua adalah penjualan tiket kapal oleh agen penjualan yang melebihi kapasitas tersertifikasi kapal. Akibatnya, otoritas pelabuhan dan kesyahbandaran seperti diadu dengan  calon penumpang terkait dengan pemberangkatan dan kelaikan keberangkatan kapal.

Sejak masa angkutan Natal 2015, pihak Pelindo IV dan PELNI mulai memberlakukan pembelian tiket penumpang secara online sehingga penjualan melebihi kapasitas kapal tidak lagi terjadi. Diharapkan langkah ini akan diikuti pelayaran lainnya.

Pihak otoritas pelabuhan, kesyahbandaran, dan Pelindo IV menganjurkan agar perusahaan pelayaran penumpang (operator) melakukan pengumuman kedatangan dan keberangkatan kapal secara proaktif, terutama melalui media massa cetak dan elektronik.

Selain itu, Pelindo IV akan memberlakukan pengontrolan melalui boarding pass. Hanya calon penumpang yang sudah memiliki boarding pass (dalam arti waktu pemberangkatan telah dekat) yang dapat masuk ke kawasan dan ruang terminal. Pemberlakuan boarding pass ini juga akan membantu pihak pengelola terminal melakukan pengecekan jumlah penumpang naik dengan kapasitas tersertifikasi kapal.

Guna mengantisipasi masalah yang selalu berulang, pihak Pelindo IV akan melakukan sterilisasi pintu masuk terminal terbatas kepada petugas dan calon penumpang yang membawa tiket dan boarding pass. Untuk para calon penumpang yang belum memiliki tiket ataupun sudah memiliki tiket namun berkeberangkatan di hari-hari berikutnya, Pelindo IV menyediakan tempat penampungan di gedung terminal kendaraan yang akan dihubungkan dengan jembatan ke gedung terminal penumpang.

Selama masa mudik lebaran juga akan dibentuk posko yang melibatkan Kepolisian (Polda, Polres), TNI-AL (pengamanan pangkalan),, SAR, Kesehatan Pelabuhan dan instansi lainnya.