Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karena menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan masyarakat. Presiden Jokowi menekankan pentingnya fungsi pendidikan dalam kebudayaan.

Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam Pawai Pesta Kesenian Bali ke-38 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, (11 Juni 2016) dilandasi oleh pemahaman pentingnya kebudayaan dalam keseluruhan program pembangunan bangsa menuju Indonesia yang adil, makmur, demokratis dan sejahtera. Tanpa pembangunan kebudayaan, baik itu kesenian, sastra, tradisi lokal ataupun pemikiran budaya, sebuah bangsa akan kehilangan spirit dan ruh kehidupan masyarakatnya.

Peran budaya dalam membangun bangsa sangat mendasar karena menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat. Kemajuan Korea Selatan adalah sebuah contoh nyata bagaimana kebudayaan mereka berhasil dikapitalisasi menjadi produk-produk industri kreatif. Hal ini hanya dimungkinkan jika nilai-nilai budaya mereka telah mengakar kuat sebagai sendi kehidupan masyarakat. Artinya, rakyat Korea adalah masyarakat yang menjadikan tradisi dan budaya mereka sebagai landasan dalam setiap sendi kehidupan.

Diawal sambutan di acara Pawai Pesta Kesenian Bali, Presiden Jokowi menyapa hadirin dengan bahasa Bali, “Punapi gatrane?” Sapaan bahasa Bali yagn artinya: Apa kabarnya? “Becik?”. Ribuan warga dari berbagai daerah dan turis luar negeri yang menyaksikan acara pembukaan Pesta Kesenian Bali menjawab serempak: “Becik” yang artinya “baik”. Jawaban itu diiringi tepuk tangan bergemuruh dari hadirin. Ini adalah sebuah penghormatan kultural dari Presiden Jokowi pada masyarakat dan budaya Bali. Diantara puluhan tradisi masyarakat nusantara, Bali adalah sebuah contoh keberhasilan masyarakat Indonesia yang berhasil membangun sendi kehidupan masyarakatnya berdasarkan nilai budaya dan tradisi mereka.

Presiden juga menyampaikan rasa gembiranya dapat berada di pulau Dewata. “Dan momentum kali ini peresmian Pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-38 sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat, oleh masyarakat dan oleh turis-turis dari mancanegara,” ujar Presiden. Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengatakan bahwa Pesta Kesenian Bali bukan semata-mata pesta rakyat ataupun festival seni. “Melainkan juga satu kegiatan yg memiliki fungsi budaya, memiliki fungsi pendidikan dan fungsi menggerakkan ekonomi masyarakat, utamanya rakyat Bali,” kata Presiden.

Itulah poin penting yang disampaikan Presiden, yaitu bahwa seni-budaya memiliki fungsi lain yang sangat mendasar. Pendidikan yang juga seperti halnya, Korea Selatan, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Masyarakat yang kehilangan nilai budaya dan tidak mampu mengaktualisasikan seni-budaya mereka akan menjadi masyarakat yang kehilangan fondasi etik dalam tatanan kehidupan mereka. Fungsi pendidikan kebudayaan adalah pembangunan karakter suatu masyarakat. Itulah peran fundamental pendidikan kebudayaan dalam keseluruhan program pembangunan yang dicanangkan Negara.

Peran budaya dalam membangun dan memajukan bangsa adalah membentuk karakter dan moral bangsa. Krisis karakter, generasi muda yang tidak punya prinsip dan integritas adalah indikasi kegagalan pembangunan kebudayaan. Presiden Jokowi menyatukan upaya membangun karakter bangsa ini dalam program yang kita kenal sebagai Revolusi Mental. Ini adalah sebuah program yang pada dasarnya mencoba mengatasi adanya indikasi krisis karakter di kalangan generasi muda saat ini. Pawai Pesta Seni Bali adalah salah satu cara dan bentuk upaya menghidupkan spirit kebudayaan yang harus ditanamkan sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa.