Pendidikan karakter merupakan dasar untuk membangun manusia Indonesia yang tangguh, berintegritas dan jujur agar bangsa kita mampu memiliki panggung sendiri di kancah persaingan global.

Pentingnya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan mumpuni di semua bidang merupakan salah satu prioritas penting dalam masa dua tahun pemerintahan Jokowi – JK. Salah satu program untuk melahirkan sumber daya manusia yang handal adalah kebijakan untuk mendirikan dan memperbanyak sekolah-sekolah vokasi, Sekolah Garis Depan dan Guru Garis Depan. Saat bersilaturahim dengan pengurus besar Al-Khairiyah di Kampus Al-Khairiyah, Cilegon, Banten (22-10-2016), Presiden menekankan pentingnya karakter manusia untuk diperhatikan. “Integritas dan kejujuran ialah salah satu dari sekian banyak nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia,” tegas Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tapi juga yang memiliki integritas dan kejujuran untuk bersama mengelola negara. Terkait upaya-upaya yang telah dilakukan dalam percepatan program pembangunan manusia, Menko PMK, Puan Maharani dalam press briefing di kantor KSP (24-10) mengatakan bahwa percepatan pembangunan manusia dan kebudayaan memang sangat penting. Pendidikan karakter sebagai bagian dari program besar Revolusi Mental yang masih terus berjalan harus menjadi salah satu prioritas penting.

Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia sepatutnya tidak hanya berdiam diri saat menghadapi era persaingan global dewasa ini. Sedikit saja negara lengah, maka sudah menunggu banyak negara lain yang ingin memenangkan persaingan. Menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia dihadapkan dengan persaingan dan kompetisi. Sebab, persaingan merupakan sesuatu yang dibutuhkan negara untuk terus berkembang lebih baik lagi. Karena itu dibutuhkan karakter manusia Indonesia yang mampu bersaing. “Tapi memang kalau kita lihat karakter bangsa ini baru bergerak kalau diberi pesaing. Kalau tidak diberi pesaing malah enak-enakan, malas-malasan. Tapi begitu diberi pesaing malah bangkit,” ujarnya.

Persaingan memang sesuatu yang mutlak dan diperlukan oleh bangsa ini untuk berkembang. Presiden mengatakan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu takut dalam menghadapi persaingan sepanjang telah mempersiapkan diri dalam kompetisi tersebut. Percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara merata di tanah air merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menghadapi persaingan global.

Meskipun pemerintah telah mengambil perannya dalam mempersiapkan Indonesia menjadi negara yang lebih kompetitif melalui pembangunan infrastruktur, Presiden Jokowi menekankan bahwa faktor utama yang sangat diperlukan dalam memenangkan persaingan adalah faktor manusianya sendiri. Dengan sumber daya manusia yang cerdas, berintegritas, memiliki etos kerja, dan bergotong royong, Presiden yakin Indonesia mampu memiliki panggung tersendiri di kancah persaingan global. “Bagaimana mewujudkan terciptanya manusia indonesia yang cerdas, berintegritas dan memiliki etos kerja adalah tanggungjawab kita semua,” tegas Presiden di hadapan pengurus besar Al-Khairiyah.

Peran paling utama untuk berproses melahirkan manusia Indonesia dengan karakter seperti yang dicita-citakan Presiden tentunya berada di tangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Termasuk di dalamnya pendidikan tinggi berbasis agama seperti pesantren yang menurut Menteri Agama, Lukman Hakim, dalam acara press briefing di KSP diharapkan bisa menjadi rujukan pendidikan Islam dunia. Press briefing kedua yang digelar KSP bertema Pembangunan Manusia dan dihadiri oleh para Menteri di bawah Kemenko PMK. Terkait soal pendidikan karakter, Menteri Pendidikan Muhajir mengatakan akan tetap fokus untuk merealisasikan platform dari Presiden Jokowi yang menetapkan porsi pendidikan karakter di tingkat SD sebesar 70%, SMP 60% dan SMA/SMK 20%. Itu memang merupakan fondasi penting untuk proses percepatan pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang.