Upaya Pertamina untuk mencukupi kebutuhan BBM pemudik di tengah kemacetan tol Pejagan – Brebes Timur menjadi wujud kehadiran negara di tengah arus mudik.

Presiden Jokowi terus memantau arus mudik di pulau Jawa dari kota Padang. Keinginan untuk mewujudkan mudik yang aman, nyaman dan selamat memang tidak semudah membalik telapak tangan. Namun semua upaya terus dilakukan oleh pemerintah. Termasuk oleh Pertamina. Mulai dari mobil pick up hingga pasukan motor telah dikerahkan Pertamina untuk melayani pembelian BBM di tengah kemacetan parah pintu tol Brebes.

Saat para pemudik yang terjebak macet kehabisan BBM, Pertamina segera mengirim empat mobil pick up dengan muatan 1,5KL. Mobil itu mondar-mandir menyisir jalur macet yang kesulitan BBM. Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan mobilisasi mobil kecil bermuatan Pertalite dan Dexlite dalam drum telah cukup membantu. Namun dalam perkembangannya lalu lintas menjadi semakin padat sehingga perlu langkah alternatif untuk memasok BBM bagi para pemudik. Untuk itu Pertamina kini menyiapkan “pasukan motor” yang dikawal kepolisian menuju beberapa titik. Sebanyak enam motor dengan kapasitas angkut 40 liter per motor dikerahkan.

Sudah ada enam motoris dan juga mobil pick up di bawah pengawalan kepolisian untuk memasok Pertamax Series dalam kemasan 1, 2, 5, dan 10 liter untuk pemudik. “Untuk Pertamax Series yang sudah siap jual kami sediakan sebanyak 6.000 liter,” ujar Wianda. Bahan bakar Pertamax dijual Rp 7.850 untuk 1 liter, Rp 15.000 untuk 2 liter, Rp 39.000 untuk 5 liter, dan Rp 78.500 untuk 10 liter. Pertamax Plus seharga Rp 44.000 untuk 5 liter, dan Rp 87.500 untuk 10 liter, serta Rp 86.000 per 10 liter untuk Pertamina Dex. Titik-titik penjualan di dalam tol antara lain rest area 252 tol Pejagan, jalur Ketanggungan-Jatibarang, Ketanggungan-Bumiayu, dan SPBU Kaligangsa.

Sebelumnya, Pertamina telah melakukan berbagai langkah, seperti pengawalan tanki BBM oleh Kepolisian untuk memecah kemacetan, penyediaan kantong-kantong BBM di SPBU yang diproyeksikan menjadi tempat masyarakat mengisi BBM. Jumlah SPBU yang menjual bahan bakar kemasan di Brebes juga ditambah menjadi sembilan unit. Selain itu, Pertamina juga telah membuka beberapa SPBU di titik kemacetan dari Pejagan-Brebes Timur, seperti di Pejagan KM 258, Brebes Barat KM 254, dan Brebes Exit KM 266.

Lebih dari 400-an unit mobil tanki BBM dikerahkan dan beberapa di antaranya mendapat pengawalan Kepolisian untuk memudahkan menuju lokasi yang ditentukan.

Selain stok BBM yang dikirimkan melalui supply point di Tegal untuk mengatasi permasalahan kemacetan dalam distribusi, Pasokan BBM juga dilaksanakan dari supply point Terminal BBM Semarang Group dengan jalur distribusi yang berlawanan dengan arus kemacetan. Semua upaya yang telah dilakukan merupakan reaksi cepat Pertamina sebagai representasi kehadiran negara di tengah kemacetan arus mudik yang terjadi. Bahwa kemacetan tetap terjadi sebagaimana arus mudik tahun-tahun sebelumnya, menjadi perhatian khusus Presiden Jokowi dalam pemantauan yang dilakukannya.

Satu hal yang pasti adalah negara sepenuhnya hadir melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Pertamina. Berbagai upaya lain untuk mengurai kemacetan juga dilakukan semua personil kepolisian yang bertugas di lapangan. Diantaranya dengan memecah arus, membuat contra flow, dan mengawal pemudik. Tentu saja semua upaya itu tidak bisa sertamerta membuahkan hasil. Perlu waktu cukup lama untuk bisa mengurai kemacetan yang terjadi saat lebih dari 2 juta mobil keluar dari Jakarta pada waktu yang hampir bersamaan dan menjadi puncak kemacetan arus mudik. Saat ini, Presiden melalui Mensesneg telah meminta Menko Polhukham untuk segera melakukan Rakor soal penanganan kemacetan dan persiapan arus balik.