Presiden menginginkan warga masyarakat diberi kesempatan lebih besar untuk merayakan peringatan kemerdekaan ke 71. Sekitar 2.210 warga masyarakat pun diundang untuk hadir. 

Rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan dimulai saat Presiden Jokowi memimpin upacara apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Kalibat, tepat pukul 00.00 WIB. Presiden selaku inspektur upacara menyampaikan penghormatan tertinggi bagi 9.768 pahlawan yang telah mengabdi dan berjuang demi kebahagiaan nusa dan bangsa. Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang tak dikenal dari seluruh pelosok Indonesia. Presiden mendoakan agar para pahlawan mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Kami bersumpah dan berjanji perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami pula. Dan jalan kebaktian yang ditempuh adalah jalan kami juga,” tegas Presiden.

Dalam perayaan kemerdekaan tahun ini, Presiden mengundang ribuan warga masyarakat untuk menghadiri peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Istana Merdeka. Presiden memang menginginkan masyarakat umum diberi kesempatan lebih besar untuk menghadiri peringatan kemerdekaan kali ini. Sekitar 2.210 warga masyarakat diundang untuk menghadiri  upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2016 ini. Dari jumlah tersebut, 1.210 orang diundang untuk menghadiri upacara di pagi hari. Tamu undangan khusus tersebut datang dari sejumlah daerah di Indonesia antara lain Jabodetabek, Karawang, Serang, Bandung, Medan, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Rombongan Jawa Barat terdiri dari para petani, peternak, petugas kebersihan, komunitas kreatif film, komunitas hijabers, guru, seniman, dan pengrajin. Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala sebelumnya telah memberikan keterangan kepada media bahwa undangan peringatan kemerdekaan kali ini akan lebih didominasi oleh masyarakat ketimbang pejabat. “Perbandingannya, yaitu 70 persen undangan dari rakyat dan 30 persennya dari pejabat. Rakyat diajak untuk ikut merayakan dan memiliki rasa kemerdekaan ini,” jelasnya.

Parade kirab bendera merah putih menjadi salah satu daya tarik utama pada peringatan kemerdekaan ke 71. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Istana Kepresidenan merayakan peringatan kali ini lebih semarak dan merakyat. Salah satu hal yang berbeda ialah parade bendera pusaka dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka yang mengawali prosesi peringatan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun-tahun sebelumnya, bendera pusaka  hanya diletakkan di meja mimbar kehormatan selama prosesi berlangsung.

Parade bendera pusaka yang untuk pertama kalinya dilakukan ini tentu saja menjadi pusat perhatian warga masyarakat. Kereta Kencana Ki Jaga Raksa yang didatangkan langsung dari Purwakarta dipersiapkan sebagai bagian dari parade. Marching Band Paspampres, barisan pelajar, dan pasukan berkuda turut memeriahkan parade itu. Lalu sebelum upacara dimulai, tamu undangan dan masyarakat disuguhi pertunjukan kesenian. Tarian kolosal GSP dan Rampak Doll dari Bengkulu berhasil memukau para tamu undangan. Lagu-lagu perjuangan oleh Dira Sugandhi dan GBN yang berkolaborasi dengan tim paduan suara dari SMP Pangudi Luhur turut membangkitkan semangat peserta upacara dan tamu undangan.

Presiden Jokowi terlihat bersalamanan dengan para tamu undangan di tribun sebelah kiri Istana Kepresidenan sebelum menuju panggung kehormatan. Pengibaran bendera dilakukan oleh Tim Arjuna dengan baik. Sore harinya untuk upacara penurunan bendera, yang bertugas adalah Tim Bima. Hal mengharukan dan menggembirakan adalah keputusan Presiden untuk kembali memanggil Gloria Natapradja Hamel sebagai bagian dari tim Bima dan bertugas sebagai penjaga Gordon. Posisi pembawa baki diamanahkan kepada Cut Aura Maghfirah Putri dari Provinsi Aceh. Seperti halnya Gloria, Putri pasangan Teuke Muda Ariaman dan Nurlaily Idrus kelahiran 15 Januari 2000 ini menjadi Paskibraka dengan karena ingin membanggakan orang tuanya.

Tiga anggota Kelompok 8 yang bertugas menurunkan bendera adalah Ilham Massaid dari Provinsi Bengkulu, Alldi Padlyma Allamurochman sebagai pembentang bendera dari Provinsi Jawa Barat dan Amarik Fakhri Marliansyah sebagai pengerek bendera dari DKI Jakarta. Tim Bima dikomandoi oleh Kapten Inf. Amirul Husin, kelahiran Surabaya, 24 Oktober 1986 yang saat ini menjabat sebagai Danki Bant Yonif Pra Raiders 330/17/1 Kostrad. Bertindak selaku komandan upacara adalah Kolonel Pnb. Benny Arfan, MMDS. Pria kelahiran Medan, 17 Agustus 1973 yang saat ini menjabat sebagai Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin.

Secara keseluruhan, rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 71 ini memang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perayaan kali ini sangat meriah dan kental dengan semangat kerakyatan.