Presiden Joko Widodo mengintruksikan seluruh personil Dinas Perhubungan, pengelola bandara, polisi lalu lintas agar benar-benar mempersiapkan arus lalu lintas mudik dengan pelayanan lebih baik dan memperhatikan faktor keselamatan. Target “nol kecelakaan” saat mudik.

Bandara Kualanamu dalam menyambut arus mudik lebaran 2016, telah melakukan sejumlah perbaikan fisik bandara. Beberapa diantaranya adalah penambahan rest area, memperpanjang runaway, overlay dan perbaikan gedung terminal. Yos Suwagiono, Deputi Operasional dan Tehnik Bandara Kualanamu menyatakan bahwa arus pemudik belum bisa diprediksi. “Sejauh ini masih normal. Biasanya kepadatan pemudik justru ada di bulan Desember untuk memperingati Natal dan Tahun Baru. Pada saat lebaran, lonjakan sedikit di H-3, tidak sebanyak pada saat natal dan tahun baru. Saat itu biasanya kami sedikit kewalahan dengan pengecekan keamanan kepada seluruh pengunjung bandara,” jelas Yos.

Faktor keselamatan penumpang menjadi perhatian utama Dinas Perhubungan Udara dalam menyambut arus mudik lebaran 2016. Secara intensif Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kelaikan terbang semua pesawat. Di setiap bandara, pesawat yang hendak tebang harus di cek ulang. Target pengecekan intensif di seluruh bandara berjumlah sekitar 529 pesawat. Menurut Robert Hutagalung Kepala Seksi Dinas Perhubungan Udara sejak tanggal 6 Juni telah dilakukan pemeriksaan pesawat di 5 bandara Sumatera. “Sampai saat ini sudah lakukan pengecekan 466 pesawat di seluruh Indonesia. Rata-rata pesawat mengalami kerusakan ringan semacam pergantian seal, ring dan roda pendarat. Sedangkan pengecekan kelaikan terbang di Medan telah selesai dilakukan sejumlah 112 pesawat,” tutur Robert.

Dengan semua pengecekan yang dilakukan Dinas Perhubungan Udara, langkah untuk memenuhi target zero accident menjadi lebih nyata dan tidak sekadar menjadi sebuah slogan. Seluruh personil bandara Kualanamu dalam hal ini mendukung penuh semua urusan tehnis pengecekan kelaikan terbang pesawat agar semua pesawat yang take off dari Kualanamu benar-benar sudah laik terbang dan lebih terjamin keamanannya.

Bandara Kualanamu saat ini  juga tengah mempersiapkan jalur penerbangan Internasional dari maskapai Silk Air dan Jet Star. Untuk rute domestik juga ada penambahan penerbangan domestik, yaitu dari Citilink, Sriwijaya, dan AirAsia. Yos Suwagiono menjelaskan tentang rencana mempersiapkan diri untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu menjadi kawasan Aerotropolis. Kawasan ini nantinya akan terintegrasi dengan pelabuhan laut Belawan dan Kuala Tanjung di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Kualanamu merupakan bandara internasional yang terletak 39 km dari kota Medan. Bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta ini diresmikan tahun 2014 dengan mengambil nama dari desa setempat, Kualanamu. Ini adalah keputusan pengambilan nama yang dianggap paling tepat di antara begitu banyak usulan yang diajukan ke DPRD waktu itu. Kebanyakan usulan merujuk pada nama tokoh sehingga bila dipilih salah satu nama tokoh justru akan dianggap tidak adil oleh pengusul nama tokoh lain. Bandara dengan konsep mall ini memiliki luas sekitar 1.365 hektar dan panjang landasan terpanjang kedua setelah bandara Hang Nadim, Batam. Pungunjung atau pengantar bisa dengan leluasa berbelanja sembari mengantar atau menjemput sanak-saudara. Namun meski tetap leluasa, mulai tahun 2016, terhadap para penjemput juga mulai diberlakukan security check untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam beberapa tahun mendatang, Kualanamu diharapkan dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan, Deli Serdang dan kawasan di sekitar Bandara tersebut. Terintegrasi antara sebagai sebuah bandara sekaligus sebagai pusat kegiatan yang dikelilingi berbagai fasilitas pendukung yang terletak di dalam maupun di luar pagar bandara. Fasilitas tersebut antara lain berupa perkantoran, gudang logistik, arena permainan, hotel, perumahan, pusat industri, rumah sakit, pusat pendidikan, mall maupun sarana pendukung lainnya. Saat ini bandara Kualanamu sendiri sudah terintegrasi langsung dengan kereta api menuju pusat kota Medan.