Komoditas pangan menjadi penyumbang inflasi yang cukup besar. Bersama dengan pemerintah, sebenarnya masyarakat bisa membantu mengendalikan inflasi dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan menggunakan produk dalam negeri.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2016,  Presiden Joko Widodo berpesan agar inflasi dikendalikan. Menurut presiden, pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan pengendalian inflasi. Jika tidak, pertumbuhan tersebut bisa tekor digerogoti inflasi.
Itulah sebabnya, para kepala daerah diinstruksikan menyiapkan anggaran khusus yang dialokasikan untuk kepentingan pengendalian harga. Jika ada kenaikan harga yang tidak wajar di suatu daerah, pemerintah daerah dapat langsung melakukan intervensi. Caranya bisa melalui intervensi di sisi distribusi, harga, atau penambahan stok.

Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus memang menjadi momok pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang tinggi dan tidak stabil menyebabkan pendapatan riil masyarakat turun, menciptakan ketidakpastian pengambilan keputusan pelaku ekonomi, dan menciptakan ekonomi biaya tinggi. Melalui peran Tim Pengendalian Inflasi di pusat dan TPID yang saat ini mencapai 451, di seluruh provinsi dan di kabupaten/kota diharapkan kenaikan harga yang mengarah ke inflasi lebih cepat dikenali dan diatasi.

Dari data yang dicatat oleh Bank Indonesia, inflasi di Indonesia trennya terus menurun. Di tahun 2015,  inflasi tercatat sebesar 3,35%. Rata-rata inflasi periode 2010 – 2015 mencapai 5,86%, lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi periode 2005 – 2010 sebesar 8,52%.

Untuk lebih mempertajam penyebab inflasi, maka tujuh sektor dipantau: yakni kelompok bahan makanan, makanan jadi-minuman dan tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan olah raga, transportasi dan komunikasi.

 

Dari pengalaman, salah satu ciri inflasi di Indonesia, khususnya komoditas pangan adalah karena kurangnya pasokan yang disebabkan oleh gangguan produksi, distribusi, dan perubahan kebijakan pemerintah. Dari karakteristik ini, maka cara yang cukup efektif untuk mengatasinya adalah  kerja sama dan koordinasi antara BI dan pemerintah dalam hal harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan.

Beras, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, dan daging sapi paling sering memberi tekanan pada kenaikan inflasi. Komoditas ini secara historis masuk dalam  volatile foods yang merupakan penyumbang utama inflasi.

Pemerintah tak tinggal diam. Di sektor pangan, misalnya, tingginya harga beras diatasi dengan meningkatkan stok beras. Bulog diperintahkan untuk membeli beras langsung dari petani, sementara ketika harga beras mulai naik, Bulog menggelontorkan stok untuk menurunkan atau menstabilkan harga.

Dari sisi distribusi, tersendatnya pemindahan dari pusat-pusat produksi ke pengguna akhir menyebabkan kenaikan harga. Oleh karena itu pemerintah membenahi infrastruktur, terutama jalan untuk memperlancar pengiriman barang dari produsen ke konsumen.

Produksi juga dibenahi, misalnya di sektor pertanian dengan memperbaiki sistem pengairan, memberikan subsidi pupuk, dan menggunakan bibit unggul untuk menghasilkan hasil berlipat. Tujuannya adalah agar tingkat produksi bisa mengejar tingkat kebutuhan, supaya jangan sampai terjadi kekurangan stok. Soalnya kalau hal tersebut dibiarkan bisa memicu inflasi.

Apa yang dilakukan pemerintah di atas pada dasarnya adalah memperbaiki faktor-faktor yang menyumbang inflasi, sehingga lewat langkah-langkah itu inflasi bisa diperkecil. Dari berbagai studi, tingkat inflasi sebesar 3-4 persen per tahun masih dianggap wajar. Sementara periode Juni-Juli 2016 sebesar 3,8 persen. Dilihat dari angka ini inflasi pada tahun 2015-Juli 2016 ada pada tingkat aman.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kita juga bisa berperan untuk mengendalikan inflasi, antara lain dengan berbelanja sesuai kebutuhan dan menggunakan produk dalam negeri. Dan bila kita bisa menjaga inflasi pada angka yang rendah, maka pertumbuhan ekonomi betul-betul  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.