TRANSKRIP
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PENGANTAR SIDANG KABINET PARIPURNA
ISTANA NEGARA, JAKARTA
07 JANUARI 2019

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera untuk kita semuanya,
Om swastyastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,

Yang saya hormati Pak Wakil Presiden beserta para Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintahan Nonkementerian, Panglima TNI, Kapolri dan Jaksa Agung,

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,
Pertama-tama, di awal tahun 2019 ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala Lembaga Pemerintahan Nonkementerian atas kerja keras, kerja sama, atas kerja bersama kita di tahun 2018.

Yang kedua, saya juga telah mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, alhamdulillah perekonomian nasional kita tumbuh positif. Kita perkirakan tumbuh sekitar 5,15%, kemudian inflasi juga terkendali pada tingkat yang rendah, di bawah 3,5%. Nilai tukar rupiah juga terus bisa dijaga. Realisasi APBN 2018 juga menunjukkan kinerja yang sangat sehat dan kredibel, defisit, laporan terakhir yang saya terima, sebesar 1,76% dari PDB.

Kemudian keseimbangan primer, ini juga sangat penting sekali, keseimbangan primer negatif Rp1,8 triliun, sudah mendekati 0. Ini patut kita garis bawahi. Hasil ini jauh lebih baik dari rencana di APBN, yaitu sebesar negatif Rp87,3 triliun.

Pendapatan negara sebesar Rp1.942,3 triliun melampaui target APBN yaitu tercapai 102,5% dari APBN 2018. Belanja negara untuk mendukung target pembangunan juga sangat optimal mencapai 99,2% dari APBN 2018. Sekali lagi, mencapai 99,2% dari APBN 2018.

Ke depan, di 2019 ini, saya kira kita masih akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, gejolak ekonomi dunia dan tekanan-tekanan eksternal. Oleh sebab itu, sekali lagi, saya minta konsolidasi antara sektor riil dunia usaha, dunia industri, dengan moneter, fiskal, yang sudah dirancang bisa terkonsolidasi dengan baik sehingga langkah-langkah tegas dan konsisten dalam pengendalian impor bisa kita lakukan. Kemudian dalam memacu ekspor, kemudian meningkatkan arus modal masuk ke negara kita juga bisa lebih baik lagi di 2019 ini.

Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa kita akan fokus pada penyiapan SDM di tahun ini. Kita perkuat human capital secara besar-besaran dengan melakukan training, dengan mengangkat lagi masalah vocational school, vocational training, dan ini akan menjadi kekuatan kita.

Yang ketiga, saya juga ingin mengingatkan untuk kita terus memperkuat daya tahan kita, kesigapan kita, dalam menghadapi bencana. Pada APBN 2019 pemerintah bersama DPR telah mengalokasikan lebih banyak lagi anggaran untuk melakukan edukasi, melakukan mitigasi bencana alam. Sebagai negara yang berada di atas cincin api (ring of fire), memiliki kondisi geografis rawan bencana kita harus siap, harus respons, harus sigap, harus tangguh menghadapi setiap bencana alam. Saya juga minta agar edukasi kebencanaan ini betul-betul dikerjakan secara baik dan konsisten, dilakukan sejak dini, masuk dalam muatan yang diajarkan dalam sistem pendidikan kita sehingga betul-betul kita siap dalam menghadapi setiap bencana yang ada.

Dan yang terakhir, karena kita memasuki tahun pemilu, maka stabilitas keamanan, ketertiban harus terus dijaga dengan baik. Kita tahu di 2018, kita telah membuktikan mampu menyelenggarakan 171 pemilihan kepala daerah serentak dengan aman dan damai. Dan saya yakin dengan pengalaman yang ada, dengan pengalaman panjang dalam berdemokrasi, insyaallah, pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak di tahun 2019 ini akan berlangsung dengan aman, damai, dan demokratis.

Demikian sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan.

*****

Biro Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden