Melalui industri mainan anak, desa Karanganyar yang minim sumber daya alam berhasil menjadi desa yang cukup berdaya. Presiden Jokowi melindungi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui Paket Ekonomi Jilid 10.

Desa berdaya adalah desa yang produktif dan warganya memiliki usaha sesuai potensi mereka. Desa Karanganyar di perbatasan utara Jepara dan Kudus adalah sebuah contoh keberhasilan UMKM. Hampir seluruh warga desa terlibat dalam memproduksi mainan anak tradisional. Para penduduk desa Karanganyar, kecamatan Welahan itu, membuktikan potensi usaha mainan anak tradisional yang murah dan aman. Bahwa masih terbuka peluang pasar untuk mainan anak tradisional yang murah di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Kepala Desa Karanganyar, Sakrul Khafidin, yakin bahwa industri rumahan yang sudah turun temurun dijalankan warganya, akan terus bertahan. Apalagi saat ini dukungan pemerintah untuk memajukan UMKM semakin besar. Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang dikucurkan dengan bunga sangat ringan sangat membantu usaha home industry yang dijalankan rakyat desa dimanapun. Sakrul, selain menjabat sebagai Kepala Desa, sejak muda juga telah menjalani  UMKM mainan anak dengan memanfaatkan dukungan pemerintah semacam KUR. Presiden Jokowi bahkan akan menurunkan lagi suku bunga KUR dari 9% tahun ini menjadi 7% tahun 2017.

Melalui industri mainan anak yang dikerjakan oleh sebagian besar warga, desa Karanganyar yang minim sumber daya alam pun, berhasil menjadi desa yang cukup berdaya. Hampir setiap keluarga di desa Karanganyar terlibat dalam produksi mainan anak. Setiap anggota keluarga bisa turut ambil bagian dan mendapat penghasilan sendiri. Anak-anak bisa menghasilkan uang jajan sendiri dengan mengerjakan bagian tertentu dari satu jenis mainan sepulang sekolah. Setiap bagian dalam proses produksi bisa dikerjakan oleh anggota keluarga sesuai umur, kemampuan dan kemauan mereka.

Keyakinan warga desa Karanganyar adalah bahwa selama masih ada bayi lahir maka produk mainan akan tetap laku. Dengan keyakinan itu, mainan anak desa Karanganyar terus berproduksi dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Hanya perlu sedikit dukungan dalam marketing, packaging, strategi bisnis dan standar produksi agar UMKM ini bisa semakin maju dan sukses. Peran pemerintah dalam mendukung, memfasilitasi dan memajukan UMKM pun saat ini terus diprioritaskan oleh Presiden Jokowi.

Salah satunya diwadahi dalam Paket kebijakan ekonomi jilid 10. Paket kebijakan ini memberikan perlindungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang mempunyai kekayaan bersih di bawah Rp 10 miliar. Melalui Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 10 diharapkan dapat memotong mata rantai pemusatan ekonomi yang selama ini dinikmati oleh kelompok tertentu. Ada 39 bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK dalam paket ini dengan nilai pekerjaan dari semula Rp. 1 miliar ditingkatkan sampai dengan Rp.50 miliar.